Minggu, 12 April 2015

Puisi “Jangan Takut Ibu” oleh W.W. Rendra


    Jangan Takut Ibu

    Matahari musti terbit.
    Matahari musti terbenam.
    Melewati hari-hari yang fana
    Ada kanker payudara, ada encok,
    dan ada uban.
    Ada Gubernur sarapan bangkai buruh pabrik,
    Bupati mengunyah aspal,
    Anak-anak sekolah dijadikan bonsai.
    Jangan takut, Ibu !
    Kita harus bertahan.
    Karena ketakutan
    meningkatkan penindasan.

    Manusia musti lahir.
    Manusia musti mati.
    Di antara kelahiran dan kematian
    bom atom di jatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki,
    serdadu-serdadu Jepaang memenggal kepala patriot-patriot Asia,
    Ku Klux Klan membakargereja orang Negro,
    Teroris Amerika meledakkan bom di Oklahoma
    Memanggang orangtua, ibu-ibu dan bayi-bayi,
    di Miami turis Eropa dirampok dan dibunuh,
    serdadu inggris membantai para pemuda di Irlandia,
    orang Irlandia meledakkan bom di London yang tidak aman

    Jangan takut, Ibu !
    Jangan mau digertak
    Jangan mau di ancam
    Karena ketakutan
    meningkatkan penjajahan

    Sungai waktu
    menghanyutkan keluh-kesah mimpi yang merangas.
    Keringat bumi yang menyangga peradaban insane
    menjadi uranium dan mercury.
    Tetapi jangan takut, Ibu
    Bulan bagai alis mata terbit di ulu hati

    Rasi Bima Sakti berzikir di dahi
    Aku cium tanganmu, Ibu !
    Rahim dam susumu adalahpersemaian harapan
    Kekuatan ajaib insan
    Dari Zaman ke Zaman

sumber klik disini





0 komentar:

Posting Komentar