Minggu, 12 April 2015

Puisi “Dari Ibu Seorang Demonstran” olehTaufiq Ismail


    Dari Ibu Seorang Demonstran

    ” Ibu telah merelakan kalian
    Untuk berangkat demonstrasi
    Karena kalian pergi menyempurnakan
    Kemerdekaan negeri ini “

    Ya, ibu tahu, mereka tidak menggunakan gada
    atau gas airmata
    Tapi lansung peluru tajam
    Tapi itulah yang dihadapi
    Ayah kalian almarhum
    Delapan belas tahun yang lalu

    Pergilah pergi, setiap pagi
    Setelah dahi dan pipi kalian
    Ibu ciumi
    Mungkin ini pelukan penghabisan
    ( Ibu itu menyeka sudut matanya )

    Tapi ingatlah, sekali lagi
    Jika logam itu memang memuat nama kalian
    ( Ibu itu tersedu sedan )

    Ibu relakan
    Tapi jangan di saat terakhir
    Kau teriakkan kebencian
    Atau dendam kesumat
    Pada seseorang
    Walaupun betapa Zalimnya
    Orang itu

    Niatkanlah menegakkan kalimah Allah
    Diatas bumi kita ini
    Sebelum kalian melangkah setiap pagi
    Sunyi kalian setiap pagi
    Sunyi dari dendam dan kebencian
    Kemudian lafazkan kesaksian pada Tuhan
    Serta rasul kita yang tercinta

    Pergilah pegi
    Iwan, Ida dan Hadi
    Pergilah pergi
    Pagi ini

    ( Mereka telah berpamitan dengan Ibu dicinta
    Beberapa saat tangannya meraba rambut mereka
    Dan berangkatlah mereka bertiga
    Tanpa menoleh lagi, tanpa kata-kata )







sumber klik disini

0 komentar:

Posting Komentar